Wasit Plontos Yang Berwibawa | Syahpur Bachtiar Blog - salam olahraga bung!! kali ini saya akan berbagi informasi mengenai Wasit Plontos Yang Berwibawa. Nih wasit favourite ane banget karena ketegasannya dalam mengambil keputusan-keputusan penting dalam pertandingan sepakbola.
Buat kita kalau melihat orang-
orang yang berkepala botak plontos tentunya mengasosiasikannya sebagai orang-orang sukses dan tentunya juga smart. Bidang pekerjaannya mungkin ‘lebih cocok’ sebagai bankir (direktur bank), ilmuwan ataupun juga seorang peneliti. Nah, untuk tokoh yang satu ini,
bidang pekerjaannya yaitu sebagai
wasit. Pierluigi Collina begitulah nama wasit botak plontos yang berasal dari negri spaghetti Italia.
Dilahirkan pada tanggal 13 Februari 1960 di Kota Bologna, Italia. Dia merupakan salah satu wasit terbaik didunia, mungkin kita masih ingat waktu pertandingan final World Cup 2002 antara Brasil vs Jerman,
Pierluigi Collina-lah sebagai
pengadilnya. Dan momen yang
tidak pernah terlupakan juga yaitu sewaktu Collina memimpin partai final Liga Champions 1999, dimana finalnya pada waktu itu mempertemukan klub Bayern Muenchen melawan Manchester united.
Muenchen sebenarnya nyaris memenangkan final bergengsi tersebut. Tapi ‘bola itu bundar’ benar-benar terjadi, waktu masuk injury time 3 menit…
3 MENIT lho (Muenchen sudah
leading 1-0), miracle itu datang
kepada MU yg berhasil menyarangkan 2 gol sehingga
Muenchen akhirnya menderita
kekalahan 1-2 dari MU. Final Nou
Camp yang tidak akan pernah
terlupakan oleh Bayern Muenchen
beserta para pendukungnya. Final-final bergengsi yang telah dilaluinya berhasil dipimpinnya
dengan sangat baik. Sikap tegas dan tak mengenal kompromi terhadap pemain yang terlihat sengaja ingin mencederai pemain lawannya akan dihadiahinya dengan kartu, begitu pula halnya dengan pemain yang suka melakukan diving…. emangnya gue bego, gampang ketipu, begitu mungkin dalam hati Collina ^_^
Wasit-wasit di Eropa begitu
kharismatik mungkin karena banyak dari mereka adalah kaum
intelektual. Demikian halnya dengan wasit Piereluigi Collina yang tercatat sebagai alumni Universitas Bologna yang mendapatkan gelar di bidang ekonominya pada tahun 1984. Tentunya timbul pertanyaan
dibenak kita, mengapa Collina lebih memilih sebagai wasit ketimbang bekerja sebagai tenaga profesional? Tanyakan saja pada dirinya, jangan pada saya, karena
saya bukanlah keluarganya he..he..
Seorang wasit yang sudah bertugas
sejak tahun 1977 ini menderita
penyakit alopecia, sehingga rambut
dan bulu dikepalanya rontok dan
memberinya wajah yang khas.
Sayang sejak tahun 2005 Piereluigi
Collina sudah tidak aktif lagi
dilapangan hijau. Ya tepatnya bulan
Agustus 2005 Pierluigi Collina
mengundurkan diri sebagai wasit.
Setelah pensiun dari wasit akhirnya
‘cita-cita’nya tercapai yaitu bekerja
sebagai penasehat keuangan. Kayanya akan tetap botak tuh kepala walaupun sudah pensiun karena masih harus terus mikirin duit..wit..wit.. ^_^
No comments:
Post a Comment