Penyebab Ponsel Bisa Meledak | Syahpur Bachtiar Blog - Ane bingung udah njoprak seharian masih aja nggloyor nih mata he..he.. Kali ini saya akan berbagi informasi mengenai Penyebab Ponsel Bisa Meledak. Awas bacanya jangan deket-deket ya.. tar meledak he..he..
Pada mayoritas kasus perangkat
elektronik meledak penyebab
utamanya adalah baterai. Hal ini
disebabkan oleh popularitas
baterai Lithium Ion yang memiliki
banyak keunggulan seperti:
* Memiliki densitas energi terbaik
dibandingkan baterai lainnya.
* Tidak ada memory effect seperti
yang dialami oleh baterai berbasis
Nickel.
* Tingkat kehilangan daya yang
kecil jika disimpan untuk jangka
waktu lama.
* Tidak mengandung bahan
beracun seperti timah, merkuri
atau kadmium yang berbahaya
bagi lingkungan.
Sehingga menjadi baterai utama
yang digunakan oleh perangkat
bergerak saat ini. Namun, selain
keunggulan di atas, baterai Lithium
Ioan memiliki dua kelemahan:
* Mengandung bahan yang mudah
terbakar.
* Bertekanan tinggi.
Sebenarnya produsen baterai
sudah menyadari hal ini dan
beberapa antisipasi dan praktek
manufakturing yang baik sudah
dilakukan untuk mengamankan
baterai ini seperti:
* Membatasi jumlah material aktif
untuk mencapai perbandingan
terbaik antara densitas energi
dengan keamanan.
* Menerapkan mekanisme
pengamanan antar sel.
* Tambahan sirkuit pengaman
elektronik pada baterai.
Sehingga tingkat kegagalan produk
baterai ini adalah 1 : 10.000.000.
Namun yang menjadi masalah
adalah produsen baterai pihak
ketiga yang karena harus bersaing
dengan baterai branded harus
menekan harga jual sehingga salah
satu biaya yang ditekan adalah
proses pengamanan produksi.
Padahal baterai ini sangat rentan
terhadap cacat produksi dan
bahaya dari cacat produksi bisa
mengakibatkan apa yang disebut
Thermal Runaway, dimana jika
baterai Lithium Ion mencapai suhu
130 derajat Celcius, ia akan
mengalami Thermal Runaway,
suatu proses peningkatan suhu
yang luarbiasa sampai mencapai
titik leleh Lithium dan akibatnya
adalah baterai akan terbakar dan
meledak.
beberapa tips bagi pengguna perangkat bergerak yang menggunakan baterai (mayoritas
perangkat bergerak di dunia
menggunakan Li Ion):
* Jangan melakukan isi ulang
baterai di dekat bahan yang
mudah terbakar, seperti kasur/ranjang, apalagi bensin.
* Hindari menelepon ketika
sedang isi ulang baterai.
* Jika merasakan panas berlebih
pada perangkat khususnya ketika
sedang di-charge , segera lepaskan
perangkat dari charger dari listrik
kalau tidak memungkinkan,
menjauh dari perangkat anda.
* Berbeda dengan Nickel based
battery, Li Ion tidak memiliki
memory effect dan justru akan
memperpendek usia baterai jika
digunakan sampai habis (discharge/deep discharge). Segera charge baterai anda jika sudah mencapai daya 25 %.
* Hindarkan baterai dari paparan
panas tinggi seperti dashboard
mobil yang terpapar sinar
matahari atau terkena paparan
langsung sinar matahari.
* Hindari menggunakan charger
non standar yang tidak sesuai
spesifikasi kecuali anda mengerti
dengan baik daya yang dihasilkan
oleh charger cocok dengan
perangkat anda. Penggunaan
charger non standar bisa
mengakibatkan rusaknya rangkaian
pengaman baterai.
Mangkanya.. tuh ponsel jangan ditabun, lah urub kalo meledug mah he..he..





0 komentar:
Post a Comment